Translate

Selasa, 22 Mei 2012

GRAND PARIS : Karya Besar Seorang Presiden Nicolas Sarkozy


Paris : kota mode, kota seni, kota tujuan wisata dan juga merupakan salah satu kota besar pusat perekonomian dunia yang mempunyai daya tarik tiada hentinya. Sebagai kota metropolitan yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, Paris dan aglomerasinya biasa disebut dengan Ile-de-France menanggung beban perjalanan jutaan manusia setiap harinya.
Perjalanan penduduk kota Paris lebih banyak ditopang oleh sarana angkutan umum massal yang handal dengan kapasitas besar dan berkecepatan tinggi. Angkutan umum di Kota Paris di dominasi oleh metro dan RER. Metro adalah sejenis kereta bawah tanah yang menghubungkan setiap sisi kota Paris. Dengan jumlah line sebanyak 14 buah, metro merupakan sarana angkutan umum yang dapat memfasilitasi pergerakan orang dipusat kota Paris. Sarana angkutan umum massal yang lain adalah RER  dengan jumlah 4 buah (RER A,B,C dan D), hampir serupa dengan metro namun mempunyai fungsi memfasilitasi pergerakan penduduk antara daerah pinggiran dengan pusat kota Paris. Seperti halnya kota-kota besar lainnya, selain dilayani oleh metro dan RER, Paris juga menyediakan sarana angkutan umum tramway dan bus kota dengan pelayanan yang nyaman dan tepat waktu. Pelayanan setiap angkutan umum ini dimulai dari jam 5 pagi hingga sekitar jam 1 malam. Namun tidak perlu khawatir bagi pengguna angkutan umum dari jam 1 hingga jam 5 pagi, karena pada saat itu terdapat pelayanan bus noctilien yang hanya beroperasi pada malam hari. Sistem pentarifan semua moda angkutan umum di Paris adalah berdasarkan sistem zona. Paris dan aglomerasinya dibagi menjadi 6 zona dimana untuk perjalanan di zona 1 dan 2 mempunyai tarif dasar 1,60 euro atau sekitar Rp. 22.000. Jika keluar dari zona 1 dan 2 maka tarifnya naik sesuai dengan jumlah zona yang dilewati. Satu moda angkutan umum yang baru diluncurkan sekitar akhir tahun 2007 adalah velib, sejenis sepeda yang sejak kali pertama peluncurannya mencuri perhatian para penduduk kota Paris dan saat ini menjadi salah satu moda angkutan favorit untuk jarak dekat. Mengutip pernyataan dari Profesor Jean-Pierre Orfeuil dari universitas Paris 12, sarana angkutan umum di kota Paris menjadi idola selain dikarenakan nyaman dan tepat waktu, terdapat juga faktor lain yang tidak kalah pentingnya yaitu tarifnya yang sangat terjangkau oleh  semua lapisan masyarakat. Di kota Paris, pengeluaran per orang/bulan untuk biaya angkutan umum hanya sebesar 3-4% dari total pendapatan per bulan. Walaupun sudah termasuk sangat murah, pemerintah Perancis tetap juga memberikan subsidi kepada pelajar yang berusia dibawah 26 tahun dan golongan masyarakat yang mempunyai pendapatan dibawah upah minimum rata-rata/ bulan dimana upah minimum rata-rata/ bulan sebesar 1200 euro atau sekitar Rp. 16.500.000,
Gambar : Salah satu tempat penyewaan velib di pusat Kota Paris
Penataan ruang
Dari sisi tata ruang, pemerintah kota Paris mempunyai komitmen untuk menjaga gedung dan bangunan berusia tua hingga saat ini. Jika kita berjalan-jalan di pusat kota Paris, hampir seluruh gedung yang kita temui adalah bangunan tua dengan renovasi yang secukupnya. Gedung-gedung baru sebagai central bussines district diarahkan ke sebelah barat kota Paris diwilayah yang dikenal dengan nama La Defense. Gedung – gedung pencakar langit dengan desain yang indah memberikan warna baru dalam perkembangan kota Paris. Di saat hari kerja La Defense sangat ramai dengan pekerja kantor namun di saat week end tempat ini seperti kota mati tanpa aktivitas, hanya terlihat turis atau penduduk lokal saja yang berkunjung untuk melihatnya.
Pembangunan pusat perkantoran, perdagangan dan industri di daerah La Defense dimulai sekitar tahun 1964 dengan desain gedung perkantoran generasi pertama yang identik satu sama lain. Gedung perkantoran generasi kedua di bangun sekitar tahun 1972 dengan desain arsitektur yang menampilkan identitas masing-masing pemilik sehingga membedakannya dengan gedung generasi pertama. Gedung generasi ketiga dibangun sekitar akhir tahun 70an dan sejak tahun inilah kantor-kantor kementerian pemerintah Perancis pindah ke wilayah La Defense. Pembangunan dan komersialisasi wilayah La Defense berada dibawah tanggung jawab perusahaan pemerintah EPAD (Etablissement Public pour l’Amenagement de la region de La Defense). Awal mula pembangunan wilayah La Defense adalah mempunyai fungsi sebagai wilayah perkantoran dan perdagangan, namun lambat laun EPAD sebagai pengelola La Defense juga melebarkan sayapnya dengan membangun perumahan dan menjualnya sehingga menjadikan La Defense sebagai wilayah terintegrasi antara pusat perkantoran dan perumahan. Kesuksesan La Defense juga ditunjang oleh aksesibilitas yang sangat baik oleh angkutan umum massal dan ketersediaan jalan tol. Hanya dengan menggunakan 1 tiket metro, La defense dapat diakses dari segala penjuru kota Paris. Saat ini di La Defense tersedia sekitar 2 juta m2 pusat perkantoran dan perdagangan. Perkembangan La Defense sudah teruji saat terjadi krisis ekonomi sekitar tahun 70an dan akhir tahun 90an, sekalipun disaat krisis banyak ditinggalkan oleh konsumennya tetapi dengan kerja keras dan inovasi dari Pemerintah Perancis khususnya EPAD, La Defense tetap menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi terbesar tidak saja di Eropa tetapi juga dunia.
Konsep Paris baru
Arus imigrasi yang tinggi ke Perancis terutama ke kota Paris yang berasal dari negara-negara bekas jajahan seperti Tunisia, Aljazair, Senegal dan negara dengan berbahasa Perancis lainnya menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah penduduk yang signifikan. Sebagai salah satu barometer perekonomian di Eropa, sangat wajar jika kota Paris menjadi incaran para imigran legal atau ilegal (di Perancis terkenal dengan istilah sans papier/tanpa kertas) untuk mengadu nasib agar dapat memperbaiki tingkat kehidupannya jika dibandingkan dengan bekerja di negara asal mereka. Para imigran ini berasal dari semua jenjang atau latar belakang pendidikan. Pelayanan publik khususnya transportasi akan mencapai titik jenuh jika permintaan yang meningkat (misalkan pertambahan penduduk) tidak diimbangi dengan penawaran transportasi (penyediaan infrastruktur dan sarana transportasi). Didasarkan oleh beberapa faktor tersebut, munculah ide dari sang presiden untuk mempersiapkan kota Paris baru yang egalité bagi semua penduduk dalam hal aksesibilitas transportasi dan kemudahan mendapatkan tempat tinggal, konsep ini dikenal dengan sebutan Grand Paris. Inilah warisan yang akan ditinggalkan oleh Nicolas Sarkozy kepada Perancis khususnya kota Paris, seperti halnya presiden-presiden sebelumnya yang selalu membangun museum atau perpustakaan agar nama mereka selalu dikenang oleh rakyatnya, misalnya Museum Louvre yang dibangun pada masa pemerintahan Francois Miterrand.
Semua fasilitas publik dan kenyamanan yang dirasakan oleh penduduk kota Paris tidak membuat seorang presiden Nicolas Sarkozy berhenti melakukan terobosan untuk membuat kota Paris semakin layak huni. Mempertimbangkan ketidakmampuan pemerintah daerah kota Paris dalam menghadapi perkembangan aglomerasi paris yang cepat, maka presiden Nicholas Sarkozy pada tahun 2007 mengeluarkan dokumen baru Schema Directeur de la Region Ile-de-France (Dokumen tata ruang setingkat wilayah propinsi yang di dalamnya terdapat kota Paris)  sebagai cikal bakal dari pengembangan Grand Paris. Meskipun mendapat banyak tentangan dari partai oposisi, Nicolas Sarkozy tetap melanjutkan ide Grand Paris untuk tetap menjadikan Paris sebagai salah satu kota terbaik di dunia.
Tindak lanjut dari ide ini adalah dengan mempekerjakan 10 konsultan arsitektur internasional yang bertugas untuk mengembangkan konsep Grand Paris melaui perbaikan dan pembangunan prasarana dan sarana transportasi, perumahan dan fasilitas publik lainnya. Kesepuluh konsultan internasional tersebut adalah Richard Rogers, Yves Lion, Djamel Klouche, Christian de Portzamparc, Antoine Grumbach, Jean Nouvel, Studio 08, Roland Castro, Geipel-Andi dan MVRDV. Para konsultan ini bekerja di bawah arahan dari 14 kementerian Perancis, perwakilan wilayah Ile-de-France (tingkat provinsi), perwakilan dari kota Paris dan juga perwakilan dari kota-kota yang termasuk dalam wilayah Ile-de-France. Hasil pekerjaan semua konsultan dipamerkan kepada masyarakat dari tanggal 30 April sampai dengan 22 Nopember 2009 di Cite de l’architecture et du patrimoine.
Untuk memperlancar segala urusan administrasi terkait dengan konsep Grand Paris, maka terdapat beberapa daerah yang digabungkan diantaranya seperti Paris, Hauts-de-Seine, Val-de-Marne dan Seine Saint Denis dengan batas waktu penggabungan pada tahun 2014. Selain penggabungan beberapa daerah administratif, konsep Grand Paris ini akan menemui hambatan bila tidak ada koordinasi dan kerjasama yang baik dibidang keamanan antar daerah. Oleh karena itu selain penggabungan wilayah administrasi, penyatuan beberapa kantor kepolisian dibawah satu komando prefet de police juga dilakukan oleh pemerintah Perancis.
Hampir setiap presiden di Perancis meninggalkan karya-karya fenomenal untuk negaranya sehingga selalu diingat oleh masyarakat Perancis setiap saat. Dari mulai George Pompidou yang membangun centre de Beaubourg, Francois Miterrand dengan museum du Louvre serta Jacques Chirac dengan warisannya berupa musee des arts premier. Nicolas Sarkozy ingin mensejajarkan dirinya dengan para pendahulunya dengan konsep Grand Paris, Paris baru yang memberikan aksesibilitas transportasi yang sama kepada warganya menuju pusat kota Paris, memberikan ruang terbuka hijau yang lebih luas, memberikan perumahan yang cukup dan layak bagi warganya serta membangun pusat-pusat perekonomian baru di Paris dan sekitarnya. Secara garis besar ada 3 tujuan utama yang ingin dicapai dari konsep Grand Paris, yang pertama adalah menyediakan sekitar 70 ribu perumahan per tahun untuk masyarakat kota Paris dan sekitarnya, angka ini adalah 2 kali dari realisasi jumlah perumahan saat ini. Peningkatan target ini bisa tercapai dengan menerapkan peraturan-peraturan tata ruang yang baru dan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal. Target yang kedua adalah membangun belasan pusat-pusat perekonomian terbaru seperti wilayah La Defense. Dan yang ketiga adalah menyediakan sarana transportasi massal bagi warga dengan membangun jaringan angkutan metro ataupun RER baru sepanjang 130 km dimana semua kegiatan operasional sarana tersebut dilakukan secara otomatis tanpa masinis dan beroperasi selama 24 jam penuh.
Dengan konsep Grand Paris, dimana tata ruang kota yaitu pusat aktivitas ekonomi, pusat perumahan beserta infrastruktur transportasi yang saling terintegrasi, diharapkan aksesibilitas masyarakat kota Paris semakin meningkat. Seperti pernyataan sang presiden : "il faut que les citoyens soient égaux en terme d'accès à Paris quel que soit l'endroit où ils habitent dans la métropole" (Adalah suatu keharusan bagi setiap orang mendapatkan aksesibilitas atau kemudahan yang sama menuju kota Paris dari tempat mereka tinggal). Sangat terlihat komitmen sang kepala negara untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat kota Paris dan aglomerasinya dengan revolusi infrastruktur melalui konsep Grand Paris. Secara langsung hal ini menunjukkan kesadaran sang kepala negara bahwa tanpa adanya aksesibilitas yang baik bagi setiap penduduk maka akan sangat sulit meningkatkan produktivitas kota Paris dan aglomerasinya.
Konsep Grand Paris bukanlah konsep terakhir revolusi infrastruktur kota Paris dan aglomerasinya. Konsep ini akan menjadi acuan bagi pemimpin-peminpin Perancis dimasa yang akan datang untuk membangun kota Paris semakin nyaman dan cantik sehingga tetap dapat berdiri sejajar dengan kota besar lainnya didunia.
Bagaimana dengan Jakarta? Jika tidak ada revolusi infrastruktur transportasi yang fenomenal khususnya sistem angkutan umum massal dan penataan ruang yang konsisten dapat dipastikan akan sangat sulit bagi setiap penduduk dari segala golongon di Jakarta untuk mendapatkan kemudahan dalam melakukan perjalanan.
Ditulis oleh Hananto Prakoso
Ph.D Candidate bidang transportasi di Université Paris 12

Mencari Nilai Romantis di Kota Paris






13196385411570462537
Paris kota romantis? (Foto: BM)
Setiap orang mendambakan keromantisan kota Paris. Saya pernah menonton film Hindustan di televisi yang berjudul ‘An Evening in Paris‘ terbitan tahun 1967 yang diperankan oleh Shammi Kapoor dan Sharmila Tagore. Melalui film itu, saya selalu bercita-cita untuk menikmati keindahan kota Paris. Tahun 2004 film Eiffel I’m in Love ‘yang diperankan oleh Samuel Rizal dan Shandy Aulia mengambil Eiffel Tower sebagai lokasi syuting dan membuat saya semakin bersemangat ke sana. Tapi benarkah kota Paris kota romantis? Ketika saya berjalan-jalan di Eiffel Tower saya tidak dapat merasakan situasi itu. Mungkin musim panas dengan suhu 23 derajat Celsius menyebabkan ‘mood’ romantis itu hilang. Atau pedagang asongan yang setiap kali menggangu saya dengan berbagai souvenir yang dibawa. Pedagang asongan ini terkadang menyapa saya dengan bahasa Melayu ‘beli .. beli .. murah .. murah .. ‘
Selain pedagang asongan, daerah disekitar Eiffel Tower juga agak kotor dengan sampah-sampah. Di musim panas sekitar Eiffel Tower dipenuhi dengan para turis dari seluruh dunia. Hanya pada waktu malam, 20.000 lampu Eiffel Tower akan berkedip (blinking) selama 5 menit pada setiap jam. Ketika inilah saya merasakan keindahan menara berusia lebih 120 tahun itu. Saya coba mencari fitur-fitur romantis kota Paris yang lain. Mungkin Eiffel Tower bukan tempatnya.
Saya naik Paris Metro Line 10 dan berhenti di stasiun Universitas Paris (Clunny-La Sorbonne) yang biasa orang panggil dengan nama La Sarbonne yang telah berdiri sejak 1257 dan antara yang tertua di Eropa. La Sorbonne inilah yang menjadi impian anak-anak Laskar Pelangi dalam buku karya Andrea Hirata. Meskipun tidak belajar di La Sorbonne, tetapi saya puas bisa melihatnya dari dekat. Saya dapat merasakan kenapa Andrea Hirata terlalu obses dengan La Sorbonne. Dari La Sorbonne saya berjalan kaki melalui jembatan yang merintangi Sungai Seine ke Notre Dame de Paris. Notre Dame juga tidak ‘romantis’ untuk saya. Bangunan tua itu tidak berbeda dengan gedung-gedung tua lain yang saya lihat di Praha, Budapest, Bucharest, Sofia dan Wina. Bahkan, gedung-gedung di Wina lebih cantik dan menarik dibandingkan Notre Dame.
Dari Notre Dame saya berjalan melalui deretan toko-toko souvenir menuju ke Musée du Louvre (Louvre Museum). Dihadapan museum ini terdapat sebuah piramida kaca yang siap dibangun pada tahun 1989. Sampai disana, saya lihat orang banyak antrian panjang untuk membeli tiket untuk masuk ke museum. Mungkin banyak yang mau melihat potret Monalisa yang dipamerkan di dalamnya. Museum Louvre juga menempatkan banyak koleksi dari dalam dan luar negeri. Saya tidak sanggup untuk antrian panjang hanya untuk melihat sekeping potret kaku didalamnya. Saya lebih rela melihat ‘Monalisa’ hidup yang banyak di sekitar air mancur di tepi piramida kaca dihadapan museum. Berbagai rupa ‘Monalisa’ dari seluruh dunia dapat diperhatikan dikawasan itu. Haha .. yang penting gratis.
1319638633616621576
Museum Louvre (Foto: BM)
Saya juga tidak menemukan keromantisan di Museum Louvre. Selain sesak dengan orang banyak, suasananya tidak seperti yang saya harapkan. Saya berjalan lagi melalui Jardin des Tuileries (Taman Tuileries) ke Place de la Concorde. Dari situ sudah terlihat Arc De Triompe Etollie. Lebih 3 km saya berjalan dan saya mendekati gerbang beton besar yang menjadi salah satu ikon utama kota Paris. Terlalu banyak kendaraan dan dan ketika saya melalui Avenue des Champs-Elysees sebagian jalan ditutup untuk acara Tour de France yaitu sebuah perlombaan sepeda paling prestise dunia. Avenue des Champs-Elysees adalah sebuah jalan utama yang dimulai dari Place de la Concorde ke Arch De Triompe dan sering menjadi tempat acara penting di kota Paris. Saya hanya melihat gedung-gedung tua di sepanjang jalan itu. Ketika berjalan menelusuri jalan itu juga saya menemukan patung Charles de Gaulle yaitu Presiden Perancis dari tahun 1959 sampai 1969. Nama beliau juga diabadikan sebagai nama bandara utama di Perancis yaitu Paris-Charles de Gaulle Airport.
Dari Arc de Triompe Etolie saya kembali ke Place de la Concorde dan kemudian membelok ke kanan melalui Avenue Winston Churchill menuju ke Les Invalides yang juga terletak Musee de LArmee yaitu sebuah museum militer Perancis. Disepanjang jalan ke Les Invalides ini saya menemukan Grand Palace, Petit Palace dan melintasi jembatan Pont Alexandre III. Keunikan Les Invalides adalah pada kubahnya yang berwarna emas dan dibawah kubah itulah terletak makam Napoleon Bonaparte seorang pahlawan ketika Revolusi Perancis pada 1804. Seharian berjalan dan terasa penat tapi saya masih tidak menemukan nilai romantis di kota Paris. Akhirnya saya ‘give up’ dan terus ke stasiun Metro Invalides untuk balik ke hotel. Saya akan mencoba mencari lagi esok …
Terhubung ke artikel berikutnya … Mouline Rouge, Montmarte dan Paris
1319638684116542701
An evening in Paris (Foto: BM)
13196387322131853708
Notre Dame (Foto: BM)
13196388071631440916
Menaiki bot di Sungai Seine (Foto: BM)
13196388512138860801
The Arc de Triompe Atollie (Foto: BM)
13196389111971485895
Menara Eiffel dari Les Invalides (Foto: BM)
1319638954902509586
Les Invalides (Foto: BM)
1319638995810076114
Toko tirai Madura juga ada di Paris (Foto: BM)

Senin, 21 Mei 2012

Sri Baduga Maharaja


Sri Baduga Maharaja
Sebuah kuil yang dibangun untuk menghormati Prabu Siliwangi di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Bogor,Jawa Barat.
Sri Baduga Maharaja (Ratu Jayadewata) mengawali pemerintahan zaman Pajajaran, yang memerintah selama 39 tahun (1482-1521). Pada masa inilah Pakuan mencapai puncak perkembangannya.
Dalam prasasti Batutulis diberitakan bahwa Sri Baduga dinobatkan dua kali, yaitu yang pertama ketika Jayadewata menerima tahtaKerajaan Galuh dari ayahnya (Prabu Dewa Niskala) yang kemudian bergelar Prabu Guru Dewapranata. Yang kedua ketika ia menerima tahta Kerajaan Sunda dari mertuanya, Susuktunggal. Dengan peristiwa ini, ia menjadi penguasa Sunda-Galuh dan dinobatkan dengar gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di kerajaan Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Jadi, sekali lagi dan untuk terakhir kalinya, setelah "sepi" selama 149 tahun, Jawa Barat kembali menyaksikan iring-iringan rombongan raja yang berpindah tempat dari timur ke barat. Untuk menuliskan situasi kepindahan keluarga kerajaan dapat dilihat pada Pindahnya Ratu Pajajaran.
Prabu Siliwangi
http://bits.wikimedia.org/static-1.20wmf2/skins/common/images/magnify-clip.png
Prasasti Batutulis di Bogor menyebutkan keagungan Sri Baduga Maharaja dalam sejarah.
Di Jawa Barat, Sri Baduga ini lebih dikenal dengan nama Prabu Siliwangi. Nama Siliwangi sudah tercatat dalam Kropak 630 sebagai lakon pantun. Naskah itu ditulis tahun 1518 ketika Sri Baduga masih hidup. Lakon Prabu Siliwangi dalam berbagai versinya berintikan kisah tokoh ini menjadi raja di Pakuan. Peristiwa itu dari segi sejarah berarti saat Sri Baduga mempunyai kekuasaan yang sama besarnya dengan Wastu Kancana (kakeknya) alias Prabu Wangi (menurut pandangan para pujangga Sunda).
Menurut tradisi lama, orang segan atau tidak boleh menyebut gelar raja yang sesungguhnya, maka juru pantun memopulerkan sebutan Siliwangi. Dengan nama itulah ia dikenal dalam literatur Sunda. Wangsakerta pun mengungkapkan bahwa Siliwangi bukan nama pribadi, ia menulis:
"Kawalya ta wwang Sunda lawan ika wwang Carbon mwang sakweh ira wwang Jawa Kulwan anyebuta Prabhu Siliwangi raja Pajajaran. Dadyeka dudu ngaran swaraga nira".
Indonesia: Hanya orang Sunda dan orang Cirebon serta semua orang Jawa Barat yang menyebut Prabu Siliwangi raja Pajajaran. Jadi nama itu bukan nama pribadinya.
Biografi
Masa muda
Waktu mudanya Sri Baduga terkenal sebagai ksatria pemberani dan tangkas, bahkan satu-satunya yang pernah mengalahkan Ratu Japura (Amuk Murugul) waktu bersaing memperbutkan Subanglarang (istri kedua Prabu Siliwangi yang beragama Islam). Dalam berbagai hal, orang sezamannya teringat kepada kebesaran mendiang buyutnya (Prabu Maharaja Lingga Buana) yang gugur di Bubat yang digelari Prabu Wangi.
Tentang hal itu, Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara II/2 mengungkapkan bahwa orang Sunda menganggap Sri Baduga sebagai pengganti Prabu Wangi, sebagai silih yang telah hilang. Naskahnya berisi sebagai berikut (artinya saja):
"Di medan perang Bubat, ia banyak membinasakan musuhnya karena Prabu Maharaja sangat menguasai ilmu senjata dan mahir berperang, tidak mau negaranya diperintah dan dijajah orang lain.
Ia berani menghadapi pasukan besar Majapahit yang dipimpin oleh sang Patih Gajah Mada yang jumlahnya tidak terhitung. Oleh karena itu, ia bersama semua pengiringnya gugur tidak tersisa.
Ia senantiasa mengharapkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup rakyatnya di seluruh bumi Jawa Barat. Kemasyurannya sampai kepada beberapa negara di pulau-pulau Dwipantara atau Nusantara namanya yang lain. Kemashuran Sang Prabu Maharaja membangkitkan (rasa bangga kepada) keluarga, menteri-menteri kerajaan, angkatan perang dan rakyat Jawa Barat. Oleh karena itu, nama Prabu Maharaja mewangi. Selanjutnya ia di sebut Prabu Wangi. Dan keturunannya lalu disebut dengan nama Prabu Siliwangi. Demikianlah menurut penuturan orang Sunda".
Perang Bubat
Kesenjangan antara pendapat orang Sunda dengan kenyataan sejarah seperti yang diungkapkan di atas mudah dijajagi. Pangeran Wangsakerta, penanggung jawab penyusunan Sejarah Nusantara, menganggap bahwa tokoh Prabu Wangi adalah Maharaja Linggabuana yang gugur di Bubat, sedangkan penggantinya ("silih"nya) bukan Sri Baduga melainkan Wastu Kancana (kakek Sri Baduga, yang menurut naskah Wastu Kancana disebut juga Prabu Wangisutah).
Nah, orang Sunda tidak memperhatikan perbedaan ini sehingga menganggap Prabu Siliwangi sebagai putera Wastu Kancana (Prabu Anggalarang). Tetapi dalam Carita Parahiyangan disebutkan bahwa Niskala Wastu Kancana itu adalah "seuweu" Prabu Wangi. Mengapa Dewa Niskala (ayah Sri Baduga) dilewat? Ini disebabkan Dewa Niskala hanya menjadi penguasa Galuh. Dalam hubungan ini tokoh Sri Baduga memang penerus "langsung" dari Wastu Kancana. Menurut Pustaka Rajyarajya I Bhumi Nusantara II/4, ayah dan mertua Sri Baduga (Dewa Niskala dan Susuktunggal) hanya bergelar Prabu, sedangkan Jayadewata bergelar Maharaja (sama seperti kakeknya Wastu Kancana sebagai penguasa Sunda-Galuh).
Dengan demikian, seperti diutarakan Amir Sutaarga (1965), Sri Baduga itu dianggap sebagai "silih" (pengganti) Prabu Wangi Wastu Kancana (oleh Pangeran Wangsakerta disebut Prabu Wangisutah). "Silih" dalam pengertian kekuasaan ini oleh para pujangga babad yang kemudian ditanggapi sebagai pergantian generasi langsung dari ayah kepada anak sehingga Prabu Siliwangi dianggap putera Wastu Kancana.
Kebijakan dalam kehidupan sosial
Tindakan pertama yang diambil oleh Sri Baduga setelah resmi dinobatkan jadi raja adalah menunaikan amanat dari kakeknya (Wastu Kancana) yang disampaikan melalui ayahnya (Ningrat Kancana) ketika ia masih menjadi mangkubumi di Kawali. Isi pesan ini bisa ditemukan pada salah satu prasasti peninggalan Sri Baduga di Kebantenan. Isinya sebagai berikut (artinya saja):
Semoga selamat. Ini tanda peringatan bagi Rahyang Niskala Wastu Kancana. Turun kepada Rahyang Ningrat Kancana, maka selanjutnya kepada Susuhunan sekarang di Pakuan Pajajaran. Harus menitipkan ibukota di Jayagiri dan ibukota di Sunda Sembawa.
Semoga ada yang mengurusnya. Jangan memberatkannya dengan "dasa", "calagra", "kapas timbang", dan "pare dongdang".
Maka diperintahkan kepada para petugas muara agar jangan memungut bea. Karena merekalah yang selalu berbakti dan membaktikan diri kepada ajaran-ajaran. Merekalah yang tegas mengamalkan peraturan dewa.
Dengan tegas di sini disebut "dayeuhan" (ibukota) di Jayagiri dan Sunda Sembawa. Penduduk kedua dayeuh ini dibebaskan dari 4 macam pajak, yaitu "dasa" (pajak tenaga perorangan), "calagra" (pajak tenaga kolektif), "kapas timbang" (kapas 10 pikul) dan "pare dondang" (padi 1 gotongan). Dalam kropak 630, urutan pajak tersebut adalah dasa, calagra, "upeti", "panggeureus reuma".
Dalam koropak 406 disebutkan bahwa dari daerah Kandang Wesi (sekarang Bungbulang, Garut) harus membawa "kapas sapuluh carangka" (10 carangka = 10 pikul = 1 timbang atau menurut Coolsma, 1 caeng timbang) sebagai upeti ke Pakuan tiap tahun. Kapas termasuk upeti. Jadi tidak dikenakan kepada rakyat secara perorangan, melainkan kepada penguasa setempat.
"Pare dondang" disebut "panggeres reuma". Panggeres adalah hasil lebih atau hasil cuma-cuma tanpa usaha. Reuma adalah bekas ladang. Jadi, padi yang tumbuh terlambat (turiang) di bekas ladang setelah dipanen dan kemudian ditinggalkan karena petani membuka ladang baru, menjadi hak raja atau penguasa setempat (tohaan). Dongdang adalah alat pikul seperti "tempat tidur" persegi empat yang diberi tali atau tangkai berlubang untuk memasukan pikulan. Dondang harus selalu digotong. Karena bertali atau bertangkai, waktu digotong selalu berayun sehingga disebut "dondang" (berayun). Dondang pun khusus dipakai untuk membawa barang antaran pada selamatan atau arak-arakan. Oleh karena itu, "pare dongdang" atau "penggeres reuma" ini lebih bersifat barang antaran.
Pajak yang benar-benar hanyalah pajak tenaga dalam bentuk "dasa" dan "calagra" (Di Majapahit disebut "walaghara = pasukan kerja bakti). Tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk kepentingan raja diantaranya : menangkap ikan, berburu, memelihara saluran air (ngikis), bekerja di ladang atau di "serang ageung" (ladang kerajaan yang hasil padinya di peruntukkan bagi upacara resmi).
Dalam kropak 630 disebutkan "wwang tani bakti di wado" (petani tunduk kepada wado). Wado atau wadwa ialah prajurit kerajaan yang memimpin calagara. Sistem dasa dan calagara ini terus berlanjut setelah zaman kerajaan. Belanda yang di negaranya tidak mengenal sistem semacam ini memanfaatkanna untuk "rodi". Bentuk dasa diubah menjadi "Heerendiensten" (bekerja di tanah milik penguasa atau pembesar). Calagara diubah menjadi "Algemeenediensten" (dinas umum) atau "Campongdiesnten" (dinas Kampung) yang menyangkut kepentingan umum, seperti pemeliharaan saluran air, jalan, rumah jada dan keamanan. Jenis pertama dilakukan tanpa imbalan apa-apa, sedangkan jenis kedua dilakuan dengan imbalan dan makan. "Preangerstelsel" dan "Cultuurstelsel" yang keduanya berupa sistem tanam paksa memanfaatkan tradisi pajak tenaga ini.
Dalam akhir abad ke-19 bentuknya berubah menjadi "lakon gawe" dan berlaku untuk tingkat desa. Karena bersifat pajak, ada sangsi untuk mereka yang melalaikannya. Dari sinilah orang Sunda mempunyai peribahasa "puraga tamba kadengda" (bekerja sekedar untuk menghindari hukuman atau dendaan). Bentuk dasa pada dasarnya tetap berlangsung. Di desa ada kewajiban "gebagan" yaitu bekerja di sawah bengkok dan ti tingkat kabupaten bekerja untuk menggarap tanah para pembesar setempat.
Jadi "gotong royong tradisional berupa bekerja untuk kepentingan umum atas perintah kepala desa", menurut sejarahnya bukanlah gotong royong. Memang tradisional, tetapi ide dasarnya adalah pajak dalam bentuk tenaga. Dalam Pustaka Jawadwipa disebut karyabhakti dan sudah dikenal pada masa Tarumanagara dalam abad ke-5.
Piagam-piagam Sri Baduga lainnya berupa "piteket" karena langsung merupakan perintahnya. Isinya tidak hanya pembebasan pajak tetapi juga penetapan batas-batas "kabuyutan" di Sunda Sembawa dan Gunung Samaya yang dinyatakan sebagai "lurah kwikuan" yang disebut juga desa perdikan, desa bebas pajak.
Peristiwa-peristiwa pada masa pemerintahannya
Beberapa peristiwa menurut sumber-sumber sejarah:
Carita Parahiyangan
Dalam sumber sejarah ini, pemerintahan Sri Baduga dilukiskan demikian :
"Purbatisi purbajati, mana mo kadatangan ku musuh ganal musuh alit. Suka kreta tang lor kidul kulon wetan kena kreta rasa. Tan kreta ja lakibi dina urang reya, ja loba di sanghiyang siksa".
(Ajaran dari leluhur dijunjung tinggi sehingga tidak akan kedatangan musuh, baik berupa laskar maupun penyakit batin. Senang sejahtera di utara, barat dan timur. Yang tidak merasa sejahtera hanyalah rumah tangga orang banyak yang serakah akan ajaran agama).
Dari Naskah ini dapat diketahui, bahwa pada saat itu telah banyak Rakyat Pajajaran yang beralih agama (Islam) dengan meninggalkan agama lama.
Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2.
Naskah ini menceritakan, bahwa pada tanggal 12 bagian terang bulan Caitra tahun 1404 Saka, Syarif Hidayat menghentikan pengiriman upeti yang seharusnya di bawa setiap tahun ke Pakuan Pajajaran. [Syarif Hidayat masih cucu Sri Baduga dari Lara Santang. Ia dijadikan raja oleh uanya (Pangeran Cakrabuana) dan menjadi raja merdeka di Pajajaran di Bumi Sunda (Jawa Barat)]
Ketika itu Sri Baduga baru saja menempati istana Sang Bhima (sebelumnya di Surawisesa). Kemudian diberitakan, bahwa pasukan Angkatan Laut Demak yang kuat berada di Pelabuhan Cirebon untuk menjada kemungkinan datangnya serangan Pajajaran.
Tumenggung Jagabaya beserta 60 anggota pasukannya yang dikirimkan dari Pakuan ke Cirebon, tidak mengetahui kehadiran pasukan Demak di sana. Jagabaya tak berdaya menghadapi pasukan gabungan Cirebon-Demak yang jumlahnya sangat besar. Setelah berunding, akhirnya Jagabaya menghamba dan masuk Islam.
Peristiwa itu membangkitkan kemarahan Sri Baduga. Pasukan besar segera disiapkan untuk menyerang Cirebon. Akan tetapi pengiriman pasukan itu dapat dicegah oleh Purohita (pendeta tertinggi) keraton Ki Purwa Galih. [Cirebon adalah daerah warisan Cakrabuana (Walangsungsang) dari mertuanya (Ki Danusela) dan daerah sekitarnya diwarisi dari kakeknya Ki Gedeng Tapa (Ayah Subanglarang).
Cakrabuana sendiri dinobatkan oleh Sri Baduga (sebelum menjadi Susuhunan) sebagai penguasa Cirebon dengan gelar Sri Mangana. Karena Syarif Hidayat dinobatkan oleh Cakrabuana dan juga masih cucu Sri Baduga, maka alasan pembatalan penyerangan itu bisa diterima oleh penguasa Pajajaran].
Demikianlah situasi yang dihadapi Sri Baduga pada awal masa pemerintahannya. Dapat dimaklumi kenapa ia mencurahkan perhatian kepada pembinaan agama, pembuatan parit pertahanan, memperkuat angkatan perang, membuat jalan dan menyusun PAGELARAN (formasi tempur). [Pajajaran adalah negara yang kuat di darat, tetapi lemah di laut.
Menurut sumber Portugis, di seluruh kerajaan, Pajajaran memiliki kira-kira 100.000 prajurit. Raja sendiri memiliki pasukan gajah sebanyak 40 ekor. Di laut, Pajajaran hanya memiliki enam buahKapal Jung 150 ton dan beberaa lankaras (?) untuk kepentingan perdagangan antar-pulaunya (saat itu perdagangan kuda jenis Pariaman mencapai 4000 ekor/tahun)].
Keadaan makin tegang ketika hubungan Demak-Cirebon makin dikukuhkan dengan perkawinan putera-puteri dari kedua belah pihak. Ada empat pasangan yang dijodohkan, yaitu :
1.                       Pangeran Hasanudin dengan Ratu Ayu Kirana (Purnamasidi).
2.                       Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor.
3.                       Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun.
4.                       Pangeran Bratakelana dengan Ratu Ayu Wulan (Ratu Nyawa).
Perkawinan Pangeran Sabrang Lor alias Yunus Abdul Kadir dengan Ratu Ayu terjadi 1511. Sebagai Senapati Sarjawala, panglima angkatan laut, Kerajaan Demak, Sabrang Lor untuk sementara berada di Cirebon.
Persekutuan Cirebon-Demak inilah yang sangat mencemaskan Sri Baduga di Pakuan. Tahun 1512, ia mengutus putera mahkota Surawisesa menghubungi Panglima Portugis Alfonso d'Albuquerque di Malaka (ketika itu baru saja gagal merebut Pelabuhan Pasai atau Samudra Pasai). Sebaliknya upaya Pajajaran ini telah pula meresahkan pihak Demak.
Pangeran Cakrabuana dan Susuhunan Jati (Syarif Hidayat) tetap menghormati Sri Baduga karena masing-masing sebagai ayah dan kakek. Oleh karena itu permusuhan antara Pajajaran dengan Cirebon tidak berkembang ke arah ketegangan yang melumpuhkan sektor-sektor pemerintahan. Sri Baduga hanya tidak senang hubungan Cirebon-Demak yang terlalu akrab, bukan terhadap Kerajaan Cirebon. Terhadap Islam, ia sendiri tidak membencinya karena salah seorang permaisurinya, Subanglarang, adalah seorang muslimah dan ketiga anaknya -- Walangsungsang alias Cakrabuana, Lara Santang, dan Raja Sangara -- diizinkan sejak kecil mengikuti agama ibunya (Islam).
Karena permusuhan tidak berlanjut ke arah pertumpahan darah, maka masing masing pihak dapat mengembangkan keadaan dalam negerinya. Demikianlah pemerintahan Sri Baduga dilukiskan sebagai zaman kesejahteraan (Carita Parahiyangan). Tome Pires ikut mencatat kemajuan zaman Sri Baduga dengan komentar "The Kingdom of Sunda is justly governed; they are true men" (Kerajaan Sunda diperintah dengan adil; mereka adalah orang-orang jujur).
Juga diberitakan kegiatan perdagangan Sunda dengan Malaka sampai ke kepulauan Maladewa (Maladiven). Jumlah merica bisa mencapai 1000 bahar (1 bahar = 3 pikul) setahun, bahkan hasil tammarin (asem) dikatakannya cukup untuk mengisi muatan 1000 kapal.
Naskah Kitab Waruga Jagat dari Sumedang dan Pancakaki Masalah karuhun Kabeh dari Ciamis yang ditulis dalam abad ke-18 dalam bahasa Jawa dan huruf Arab-pegon masih menyebut masa pemerintahan Sri Baduga ini dengan masa gemuh Pakuan (kemakmuran Pakuan) sehingga tak mengherankan bila hanya Sri Baduga yang kemudian diabadikan kebesarannya oleh raja penggantinya dalam zaman Pajajaran.
Sri Baduga Maharaja alias Prabu Siliwangi yang dalam Prasasti Tembaga Kebantenan disebut Susuhuna di Pakuan Pajajaran, memerintah selama 39 tahun (1482 - 1521). Ia disebut secara anumerta Sang Lumahing (Sang Mokteng) Rancamaya karena ia dipusarakan di Rancamaya.
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Tidak ada
Digantikan oleh:
Surawisesa

Gigi Tetap Kuning Padahal Sudah Pakai Pemutih


Linda Mayasari - detikHealth

img 
Jakarta, Anda mungkin telah menghabiskan banyak uang untuk membeli produk pemutih gigi dan rajin menggunakannya setiap hari. Tetapi mengapa warna gigi tetap kekuningan? Mungkin Anda melakukan kesalahan dalam penggunaannya.

Berikut 4 penyebab gigi tetap kuning meskipun telah menggunakan produk pemutih gigi, seperti dikutip dari prevention, Jumat (18/5/2012) antara lain:

1. Anda jarang periksa gigi ke dokter gigi

Tidak rajin periksa gigi setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi bukan hanya membuat Anda memiliki masalah terhadap kesehatan gigi. Meskipun Anda telah menggunakan produk pemutih untuk mengembalikan warna alami gigi serta menjaga kesehatan gigi, kontrol dari dokter gigi tetap diperlukan.

 "Anda harus memastikan bahwa gigi Anda tidak mengalami pembusukan. Jika Anda menggunakan produk pemutih gigi pada gigi yang rusak dan berlubang, produk pemutih akan meresap ke dalam celah-celah dan saraf yang dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat disertai kerusakan parah pada gigi," kata Dr. Connie White, juru bicara Academy of General Dentistry.

2. Anda mengandalkan obat kumur dengan pemutih

Penggunaan obat kumur yang disertai dengan pemutih gigi tidak akan memberikan hasil optimal, bahkan dapat berbahaya bagi kesehatan Anda. "Berhati-hatilah menggunakan obat kumur karena bisa mengandung alkohol dalam jumlah tinggi, yang bersifat terlalu keras bagi bagian lain dari mulut Anda," kata Dr. White.

3. Anda tidak memeriksa komposisi bahan pemutih gigi

"Orang sering membeli merek pemutih gigi secara online dan tidak menyadari apakah bahan yang digunakan disetujui oleh FDA," kata Dr. White. Anda perlu memperhatikan informasi bahan pada kemasan produk pemutih gigi, karena dapat mengandung bahan kimia tertentu yang dapat merusak gigi.

4. Anda menggunakan alat pemutih gigi tanpa kontrol dokter

"Alat untuk memutihkan gigi elektrik akan berbahaya jika digunakan sembarangan. Anda dapat mendapatkan luka bakar kimia pada gusi jika salah menggunakannya," kata Dr. White. Konsultasikan langkah pemutihan gigi yang tepat dan aman dengan dokter Anda.

Bahan Kimia Mudah Terbakar



1.    PENGERTIAN
 
Bahan Kimia Mudah Terbakar  : Bahan kimia yang mudah bereaksi dengan oksigen dan dapat menimbulkan kebakaran. Reaksi kebakaran yang amat cepat dapat juga menimbulkan ledakan.

2.    JENIS DAN CONTOH
 
1)    Zat  Padat  Mudah  Terbakar
a)    Belerang / Sulfur (S)

b)    Fosfor Kuning (P4)

c)    Hidrida Logam
d)    Logam dalam keadaan murni (aluminium, Magnesium, Zink/Seng)
Seng

Aluminium

Magnesium

e)    Bila kontak dengan air (Kalium, Natrium)

2)    Zat  Cair  Mudah  Terbakar

a)    Eter (R—O—R‘)
b)    Benzena (C6H6)
c)    Aseton (CH3COCH3)
d)    Spiritus / metanol (CH3OH)
e)    Ester (R-COOR’)
f)    Karbon Disulfida (CS2)
g)    Asetaldehid
h)    Asam Asetat (CH3COOH)
i)    Petroleum Eter 

3)    Gas  Mudah  Terbakar

a)    Gas Alam
b)     Asetilen (C2H2)
c)     Hidrogen (H2)
d)     Etilen Oksida
e)    Metana (CH4)
f)     Karbon monoksida (CO)
g)     Butana (CH3CH2CH2CH3) 
3.    SIFAT  FISIK

1)    Padatan mudah terbakar 
Pada temperatur dan tekanan standar (25oC dan 760 mmHg) menunjukkan  titik nyala kurang dari 40oC (berdasarkan hasil pengujian "Seta Close Cup Flash Point“)

2)    Cairan mudah terbakar 
Titik nyala: 21-55oC pada tekanan 1 atm 

3)    Cairan sangat mudah terbakar 
Titik nyala: <21oC , dan titik didih >20 oC pada tekanan 1 atm

4)    Gas mudah terbakar 
Titik didih: <20oC pada tekanan 1 atm
4.    SIFAT  KIMIA

1)    Zat  Padat  Mudah  Terbakar 
a.   Peka terhadap peledakan (akan meledak jika direaksikan dengan air).
b. Bahan reaktif termal yang tidak stabil dan dapat mengalami dekomposisi sangat eksotermik (panas-berkembang) bahkan tanpa partisipasi oksigen (udara). 
c.   Padatan yang siap terbakar, contohnya padatan yang menyebabkan kebakaran melalui gesekan, misalnya korek api. Bahan piroforik, yaitu bahan yang dapat terbakar tanpa sumber api luar selama lima menit setelah melakukan kontak dengan air.

2)    Zat  Cair  Mudah  Terbakar
a. Mudah menguap atau volatik.
b. Uap cairan dapat terbakar (menimbulkan api) dalam kondisi normal.
c. Uap cairan lebih mudah menimbulkan api  atau ledakan jika dibandingkan dengan cairannya.
d. Kecepatan penguapan bervariasi dari satu cairan ke cairan lainnya sebanding dengan naiknya suhu.
e. Uap dari cairan yang mudah terbakar tidak dapat dilihat sehingga sulit untuk mendeteksinya kecuali digunakan indikator gas yang mudah terbakar.
f. Sebagian besar uap lebih berat daripada udara sehingga cenderung ada di permukaan lantai.
g. Uap cairan yang mudah terbakar mudah berdifusi.
h. Bahan yang dapat terbakar sendiri, yaitu bahan yang dapat menunjukkan pembakaran spontan atau pemanasan sendiri pada temperatur 200°C dalam 24 jam masa uji (disebut pembakaran spontan).

3)    Gas  Mudah  Terbakar 
a. Tidak berwarna.
b. Tidak berasa.
c. Tidak berbau. (TAPI  ada gas yang memiliki bau yang mencolok, yaitu Asetilen.)
5.    REAKSI  KIMIA

Bereaksi dengan oksigen, disertai dengan produksi panas yang kadang disertai cahaya dalam bentuk pendar atau api, misalnya :
CH4 + 2O2 ---> CO2 + 2 H2O + panas
CH2S + 6F2 ---> CF4 + 2HF + SF6 + panas
2H2 + O2 ---> 2H2O + panas (digunakan dalam mesin roket) 
 s
6.    SIMBOL  BAHAYA
F+ = sangat mudah terbakar
F = mudah terbakar
7.    KEGUNAAN

1)    Zat  Padat  Mudah  Terbakar 
a. Belerang (sulfur) : untuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering.
b. Fosfor : digunakan pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu pendar.
c. Hidrida logam : untuk pereduksi, baik untuk pereduksi senyawa anorganik maupun senyawa organik.
d. Logam alumunium : sebagai peralatan dapur, bahan konstruksi bangunan
e. Logam magnesium : digunakan di fotografi, memproduksi grafit dalam cast iron, dan sebagai bahan tambahan conventional propellants.
f. Logam zinc (seng) : membentuk berbagai campuran logam dengan metal lain (contoh : kuningan, perak nikel, perunggu, perak Jerman, solder lunak dan solder aluminium).
g. Logam K (Kalium) : digunakan dalam sel foto listrik.
h. Logam Na (Natrium) : digunakan untuk memperbaiki struktur beberapa campuran logam, dan untuk memurnikan logam cair.

2)    Zat  Cair  Mudah  Terbakar
a. Eter : Sebagai pelarut dan obat bius (anestesi) pada operasi.
b. Benzena : sebagai pelarut dan sebagai bahan baku pembuatan senyawa-senyawa aromatik lainnya yang merupakan senyawa turunan benzena.
c. Aseton : sebagai pelarut, khususnya untuk zat-zat non polar dan kurang polar. Digunakan juga untuk membersihkan pewarna kuku (kuteks).
d. Spiritus / metanol : sebagai bahan pembuat bahan kimia lainnya (40% metanol diubah menjadi formaldehyde, lalu dijadikan produk seperti plastik, plywood, cat, dan tekstil) .
e. Ester : sebagai essens (penambah aroma) pada makanan.
f. Karbon disulfida : bahan baku atau bahan kimia yang dibutuhkan dalam pembuatan rayon, tekstil, selofan, karbon tetra klorida, aselerator, vulkanisasi karet, bahan aktif, fungisida, viskos, produksi cat mobil, serta bahan aditif dalam produksi ban mobil.
g. Asetaldehid : zat antara dalam produksi asam asetat, beberapa ester, dan zat-zat kimia lainnya.
h. Asam asetat : Pengatur keasaman pada industri makanan, digunakan dalam produksi polimer, bahan baku Vinil asetat, Selulosa asetat, Asetat Anhidrit, Ester Asetat, dan Garam Asetat.
i. Petroleum eter : digunakan sebagai pelarut dalam industri.

3)    Gas  Mudah  Terbakar
a. Gas Alam : sebagai bahan bakar.
b. Asetilen : pemotongan besi, pengelasan dan juga untuk mempercepat matangnya buah-buahan.
c. Hidrogen : mengikat nitrogen dengan unsur lain dalam proses Haber (memproduksi amonia) dan untuk proses hidrogenasi lemak dan minyak, bahan bakar roket, memproduksi asam hidroklorida, mereduksi bijih-bijih besi dan sebagai gas pengisi balon.
d. Etilen Oksida : sebagai bahan pensteril.
e. Metana : sebagai bahan bakar.
f. Karbon monoksida : digunakan pada proses pemurnian nikel.
g. Butana : sebagai bahan bakar.

8.    CARA  MENGGUNAKAN

1) Bahan tidak boleh dipanaskan langsung. Gunakan penangas uap atau penangas air.
2) Di laboratorium, sediakan dalam jumlah yang minimum. Pelarut yang tidak digunakan lagi dikembalikan ke botol pelarut.
3) Sediakan alat pemadam kebakaran. Bila terjadi kebakaran dengan api kecil gunakan kain basal atau pasir, tapi bila api besar gunakan alat pemadam.
4) Jangan membuang cairan yang mudah terbakar ke dalam bak cuci.
5) Pada saat memanaskan jangan mengisi gelas kimia dengan cairan mudah terbakar melebihi ½ kapasitasnya. Gunakan batu didih guna menghindarkan ledakan/letupan.
6) Botol penyimpanan bahan mudah terbakar jangan diisi sampai penuh, sediakan 1/8 isinya untuk udara. Gunakan botol yang tidak mudah terbakar dan jauhkan dan sumber perapian.
7) Kontrol semua bahan secara periodik.
8) Menggunakan pelindung diri.
9) Memasang detektor kebocoran gas.
10) Cairan yang mudah terbakar hanya boleh dikeluarkan dengan bantuan gas  inert
9.    CARA  MENYIMPAN

1) Bahan padat mudah terbakar disimpan di tempat sejuk, dijauhkan dari sumber panas, bahan lembab dan air, bahan pengoksidasi atau asam.
2) Jangan menyimpan cairan mudah terbakar dekat dengan bahan pengoksidasi atau bahan korosif.
3) Tempat penyimpanan harus cukup sejuk, dengan tujuan mencegah nyala jika uapnya tercampur udara.
4) Daerah penyimpanan harus terletak jauh dari sumber panas dan terhindar dari bahaya kebakaran.
5) Bahan padat mudah terbakar disimpan di tempat sejuk, dijauhkan dari sumber panas, bahan lembab dan air, bahan pengoksidasi atau asam.
6) Jangan menyimpan cairan mudah terbakar dekat dengan bahan pengoksidasi atau bahan korosif.
7) Tempat penyimpanan harus cukup sejuk, dengan tujuan mencegah nyala jika uapnya tercampur udara.
8) Daerah penyimpanan harus terletak jauh dari sumber panas dan terhindar dari bahaya kebakaran.
9) Tempat penyimpanan harus terpisah dari bahan oksidator kuat, bahan yang mudah menjadi panas dengan sendirinya, atau bahan yang bereaksi dengan udara atau uap air yang lambat laun menjadi panas.
10) Di tempat penyimpanan tersedia alat-alat pemadam api dan mudah dijangkau.
11) Menyingkirkan semua sumber api dari tempat penyimpanan.
12) Pada daerah penyimpanan dipasang sambungan tanah/arde serta dilengkapi alat deteksi asap atau api otomatis dan diperiksa secara periodik.
13) Di daerah penyimpanan dipasang tanda dilarang merokok.
14) Fosfor kuning akan terbakar bila berhubungan dengan udara. Simpan dalam air dan kontrol selalu permukaan airnya karena permukaan air akan menurun akibat penguapan.
15) Logam K dan Na akan terbakar jika kontak dengan air, simpan didalam minyak paraffin.

10.    EFEK

1.    Kebakaran
2.    Ledakan
3.    Keracunan Gas
11.    CARA  MENGATASI

a) Menghilangkan bahan yang dapat terbakar.
b) Membuang panas.
c) Mencegah masuknya oksigen ke dalam bahan yang terbakar.
d) Jika apinya kecil, maka lakukan pemadaman dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
e) Mematikan sumber listrik.
f) Melokalisasi api agar tidak merembet.
g) Menghubungi PBK (Pertolongan Bahaya Kebakaran) jika api membesar.
h) Bersikap tenang dalam menangani kebakaran, dan jangan mengambil tidakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
i) Membawa korban keracunan gas ke tempat terbuka, dan segera dibawa ke rumah sakit.
j) Bila terjadi kebakaran logam Alumunium, Magnesium, dan Zink (seng) dalam keadaan murni, jangan gunakan pemadam berisi air tetapi gunakanlah serbuk pemadam

Alat Pelindung Diri (ADP) Dalam Laboratorium kimia



Alat Pelindung Diri (ADP)


1.    PENGERTIAN

Alat pelindung diri merupakan peralatan pelindung yang digunakan oleh seorang praktikan/pekerja untuk melindungi dirinya dari kontaminasi lingkungan.

2.    PERLINDUNGAN KEPALA, MATA DAN WAJAH 
 
 >> Pelindung Kepala (safety helmet) 
a.  Kelas A
Dirancang untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh dan melindungi dari arus listrik sampai 2.200 volt. 

b.  Kelas B
Dirancang untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh dan melindungi dari arus listrik sampai 20.000.
c.  Kelas C 

Dirancang untukmelindungi kepala dari benda yang jatuh, tetapi tidak melindungi dari kejutan listrik dan tidak melindungi dari bahan korosif volt. 

d.  Bump Cap
Terbuat dari plastic untuk melindungi kepala dari tabrakan dengan benda yang menonjol.
>>    Pelindung mata (Safety Glasses) 
Secara umum perlindungan mata terdiri dari :
• Kacamata pelindung 

• Goggle


>>    Pelindung wajah 
a. Goggles.
  
b. Face shield.
Digunakan pada operasi peleburan logam,percikan bahan kimia ,atau parkel yang melayang.
 c.Welding Helmets (topeng las)
Topeng las memakai lensa absorpsi khusus yang menyaring cahaya yang terang dan energi radiasi yang dihasilkan selama operasi pengelasan. 
d. Masker wajah

3.    PERLINDUNGAN PERNAFASAN
Masker
masker digunakan untuk melindungi hidung dari kontaminasi gas yang berbahaya.


4.    PERLINDUNGAN TANGAN
Diperkirakan hampir 20% dari seluruh kecelakaan yang menyebabkan cacat adalah tangan. Kontak dengan bahan kimia Kaustik atau beracun, bahan-bahan biologis, sumber listrik, atau benda dengan suhu yang sangat dingin atau sangat panas dapat menyebabkan iritasi atau membakar tangan.

5.    JENIS-JENIS SARUNG TANGAN : 
    Sarung Tangan Metal Mesh
Sarung metal masih tahan terhadap ujung yang lancip.

    Sarung tangan Kulit
Sarung tangan yang terbuat dari kulit ini akan melindungi tangan dari  permukaan kasar.

    Sarung tangan Vinyl dan neoprene
Melindungi tangan terhadap bahan kimia beracun.

    Sarung tangan Padded Cloth
Melindungi tangan dari ujung yang tajam, pecahan gelas, kotoran dan Vibrasi.

    Sarung tangan Heat resistent
Mencegah terkena panas dan api.

    Sarung tangan karet
Melindungi saat bekerja disekitar arus listrik karena karet merupakan isolator (bukan penghantar listrik) 

    Sarung tangan Latex disposable
Melindungi tangan dari Germ dan bakteri, sarung tangan ini hanya untuk sekali pakai.

    Sarung tangan lead lined
Digunakan untuk melindungi tangan dari sumber radiasi. 


6.    PERLINDUNGAN KAKI
Hal-hal yang dapat menyebabkan kecelakaan pada kaki salah satunya adalah akibat bahan kimia. Cairan seperti asam, basa, dan logan cair dapat menetes ke kaki dan sepatu. Bahan berbahaya tersebut dapat menyebabkan luka bakar akibat bahan kimia dan panas. Banyak jenis jenis sepatu keselamatan dan diantaranya adalah :

a.Sepatu Latex/Karet
Sepatu ini tahan bahan kimia dan memberikan daya tarik extra pada permukaan licin.

b. Sepatu Buthyl
Sepatu Buthyl yang melindungi kaki terhadap ketone, aldehyde, alcohol, asam, garam, dan basa. 

c. Sepatu Vinyl
    Tahan terhadap pelarut, asam, basa, garam, air, pelumas dan darah. 

d. Sepatu Nitrile
Sepatu nitrile tahan terhadap lemak hewan, oli, dan bahan kimia.

7.    PERLINDUNGAN TELINGA
Pelindung Telinga tidak boleh dianggap enteng terutama untuk praktikan yang bekerja di tempat yang berkondisi bising baik itu dari gesekan benda-benda keras ataupun bunyi-bunyi keras dari mesin. 

Alat Pelindung yang digunakan untuk kondisi seperti ini antara lain:
1)    Ear Phone, system kerja alat Earphone ini yaitu meredam suara.
2)    Sumbat Telinga (Ear plugs )
Sumbat telinga yang baik adalah menahan frekuensi Daya atenuasi (daya lindung) : 25-30 dB, sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya (komunikasi) tak terganggu
3)    Tutup Telinga (Ear muff )
Frekuensi 2800–4000 Hz sampai 42 dB (35–45 dB)Untuk frekuensi biasa 25-30 dB.Untuk keadaan khusus dapat dikombinasikan antara tutup telinga dan sumbat telinga sehingga dapat atenuasi yang lebih tinggi; tapi tak lebih dari 50 dB,karena hantaran suara melalui tulang masih ada.

8.    PERLINDUNGAN BADAN
1)    Jas Laboratorium 

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan jas laboratorium:
a.    kancing jas laboratorium tidak boleh dikenakan dalam kondisi tidak terpasang dan ukuran jas laboratorium pas dengan ukuran badan pemakainya.
b.    Jas laboratorium merupakan pelindung badan dari tumpahan bahan kimia dan api sebelum mengenai kulit pemakainya. Jika jas laboratorium sudah terkontaminasi oleh tumpahan bahan kimia,jas harus segera dilepas.

2)    Apron
Apron digunakan untuk memproteksi diri dari cairan yang bersifat korosif dan mengiritasi. Terbuat dari plastik atau karet. 

3)    Jumpsuits
Jumpsuits atau dikenal dengan sebutan baju parasut ini direkomendasikan untuk dipakai pada kondisi beresiko tinggi (mis., ketika menangani bahan kimia yang bersifat karsinogenik dalam jumlah yang sangat banyak).
Kriteria yang baik untuk jas Laboratorium yaitu:
1.    Nyaman dipakai
2.    Bahan kain yang cukup tebal
3.    Berwarna terang/putih
4.    Berkancing (Non Resleting)
5.    Panjang jas sampai lutut dan dengan lengan sampai pergelangan tangan
6.    Ukurannya tidak terlalu kecil ataupun terlalu besar.

9.    KELEMAHAN ALAT PELINDUNG
1.     Kemampuan perlindungan yang tak sempurna
2.   Fungsi Alat pelindung hanya untuk mengurangi akibat dari kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya.
3.     Tidak menjamin pemakainya bebas kecelakaan
4.     Cara pemakaian Alat pelindungyang salah
5.     Alat Pelindung tak memenuhi persyaratan standar
6.     Alat Pelindung dapat menularkan penyakit, bila dipakai berganti-ganti.

10.    KELEBIHAN ALAT PELINDUNG
1.     Mengurangi resiko akibat kecelakan
2.     Melindungi seluruh/sebagian tubuhnya dari kecelakaan.
3.  Sebagai usaha terakhir apabila sistem pengendalian teknik dan administrasi tidak berfungsi dengan baik.
4.     Memberikan perlindungan bagi praktikan/tenaga kerja     di laboratorium.

11.    CARA MEMILIH ALAT PELINDUNG
1)    Sesuai dengan jenis praktikum/pekerjaan dan dalam jumlah yang memadai.
2)    Alat Pelindung yang sesuai standar serta sesuai dengan jenis pekerjaannya harus selalu digunakan selama mengerjakan tugas tersebut atau selama berada di areal praktikum/pekerjaan tersebut dilaksanakan.
3)    Melalui pengamatan operasi, proses, dan jenis material yang dipakai

12.    CARA MERAWAT ALAT PELINDUNG

Secara umum
    meletakkan Alat Pelindung pada tempatnya setelah selesai digunakan.
    melakukan pembersihan secara berkala.
    memeriksa Alat pelindung sebelum dipakai untuk mengetahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai.
    memastikan Alat Pelindung yang digunakan aman untuk keselamatan jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan yang baru.
    dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan, kebersihan serta kondisinya
    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan

Secara khusus 
    Helm Safety / Helm Kerja (Hard hat)
a.    Helm kerja dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan, kebersihan serta kondisinya.
b.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat helm kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan (retak-retak,bolong atau tanpa system suspensinya).

    Kacamata Safety (Safety Glasses)
a.    Kacamata safety dijaga keadaannya,kebersihannya dengan pemeriksaan rutin.
b.    Penyimpanan masker harus terjamin sehingga terhindar dari debu, kondisi yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin), kelembaban atau kemungkinan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya.
c.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan kacamata safety yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan.

    Sepatu Safety (Safety Shoes)
a.    Sepatu safety dijaga kebersihan, keadaannya dengan pemeriksaan rutin
b.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sepatu safety yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan.

    Masker/ Perlindungan Pernafasan (Mask/ Respiratory Protection)
a.    Pelindung pernafasan dijaga keadaannya , kebersihannya dengan pemeriksaan rutin.
b.    Masker yang sudah tidak layak pakai segera dibuang.
Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat pelindung pernafasan yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan.

     Sarung tangan

a.    dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin.
b.    Penyimpanan sarung tangan harus terjamin sehingga terhindar dari debu, kondisi yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin), kelembaban atau kemungkinan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya.
c.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sarung tangan yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan
.